Pasca Hari Raya Idul Fitri, pola makan yang masih tinggi gula dan lemak dapat menyebabkan kadar glukosa darah tetap meningkat, terutama pada penderita diabetes mellitus. Diabetes merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan produksi atau kerja insulin, dengan gejala khas 3P yaitu poliuria, polidipsia, dan polifagia. Oleh karena itu, pengendalian gula darah pasca Lebaran menjadi sangat penting agar tidak terjadi perburukan kondisi maupun komplikasi.
Upaya utama yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan pola makan sehat menggunakan prinsip 3J (Jadwal, Jumlah, dan Jenis). Makan secara teratur dengan porsi yang sesuai serta memilih jenis makanan yang rendah gula sederhana dan tinggi serat seperti sayur dan buah dapat membantu menjaga kestabilan gula darah. Selain itu, aktivitas fisik seperti olahraga minimal 30 menit per hari juga berperan dalam meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu penggunaan glukosa oleh tubuh, sehingga kadar gula darah lebih terkontrol.
Selain pengaturan pola makan dan aktivitas fisik, penting juga untuk menjaga berat badan ideal, mengelola stres, serta melakukan pemantauan gula darah secara berkala. Kepatuhan dalam mengonsumsi obat atau terapi insulin tidak boleh diabaikan meskipun suasana Lebaran masih terasa. Dengan menerapkan gaya hidup seimbang dan konsisten, kadar gula darah dapat tetap dikendalikan sehingga risiko komplikasi, baik akut maupun kronis, dapat dicegah.
Disusun oleh : Baitunnisa Nurul Af-idah, Co-Ass Penyakit Dalam Periode 9 Maret 2026



