Siapakah yang Tidak Boleh Berpuasa?

  1. PASIEN yang menurut dokter kadar gula darahnya
    belum terkontrol stabil. Karena bila belum terkontrol
    dapat terjadi Hipoglikemia atau Hiperglikemia
  2. PASIEN yang kurang patuh anjuran dokter dalam diet,
    obat atau insulin
  3. PASIEN yang mengalami komplikasi DM berat
    (penyakit jantung yang tidak stabil, hipertensi yang tidak
    terkontrol)
  4. PASIEN yang sering jatuh dalam koma KAD
  5. PASIEN yang sering koma hipoglikemia, terutama yang pernah >2x koma pada Ramadan sebelumnya
  6. PASIEN yang sedang mengalami infeksi (demam)
  7. PASIEN lansia yang tinggal sendiri
  8. PASIEN DM yang hamil dan memerlukan insulin
  9. PASIEN anak-anak < 12 tahun

Penyandang DM yang kadar gula darah stabil, tidak memerlukan insulin berat badan berlebih (kegemukan /obes), sangat dianjurkan berpuasa

Obes/ kegemukan adalah BB lebih dari 20% dari BB ideal

Kenali Tanda Tanda Hipoglikemi

1. Gelisah
2. Lemah
3. Terasa sangat lapar
4. Berkeringat banyak
5. Pucat
6. Berdebar-debar (palpitasi)
7. Gemetar
8. Koma (tidak sadar)

Bila mempunyai glukometer, segera cek !!

Penyesuaian Suntikan Insulin

  1. Tiga kali suntikan :
    2x insulin aksi cepat saat berbuka puasa dan sahur
    1x suntikan aksi menengah sebelum tidur
  2. Dua kali suntikan :
    1x insulin premix (campuran) saat buka puasa (dosis sama dengan pagi hari pada bulan tidak puasa
    1x insulin aksi cepat sebelum sahur (0,1-0,2 unit/ kgBB)

Perubahan dosis dan waktu penyuntikan harus seijin dokter

Saat Sahur

  1. Sangat dianjurkan, meski hanya seteguk air
  2. Sebagai ‘modal’ atau ‘deposit’ energi
  3. Tidak terlalu kenyang, sekitar 30% dari total asupan harian
  4. Dianjurkan: mengakhirkan waktu sahur
  5. Dianjurkan: karbohidrat (tinggi serat), protein, lemak, vitamin, mineral, air
  6. Tidak dianjurkan: teh, kopi
  7. Tidak dianjurkan: langsung tidur setelah sahur

Nabi SAW. Bersabda: “Jadikanlah makan diwaktu sahur sebagai penolong melakukan puasa diwaktu siang. Dan istirahat di tengah hari sebagai penolong untuk melakukan shalat malam kamu.”

Saat Berbuka

  1. Menyegerakan berbuka puasa
  2. Bertahap dan tidak terburu-buru
  3. Diawali dengan ta’jil, dianjurkan mengandung karbohidrat sederhana
  4. Sunnah rasul: kurma -> fruktosa, serat, vitamin & mineral (kalium, magnesium, niasin)
  5. Dilanjutkan setelah 1-2 jam kemudian
  6. Tidak berlebih-lebihan

Diet / Pola Makan Saat Berpuasa

Diet Saat Berpuasa

  • Makan yang berlebihan pada waktu berbuka puasa dan malam hari tidak dianjurkan
  • Makanan yang mengandung karbohidrat dan lemak yang tinggi akan meningkatkan BB dan menyulitkan kontrol gula darah

Manfaat puasa pada bulan Ramadan hanya diperoleh orang yang juga menjaga makanannya dan ibadahnya

Pengaturan Makan Saat Puasa

Selama berpuasa terjadi perubahan pola makan dari semula 3x makan utama menjadi 2x, yaitu saat sahur dan buka.

Penyandang DM yang berpuasa sebaiknya kadar glukosa darah sudah terkendali/stabil sebelumnya.

Berikut adalah pola makan yang disarankan bagi diabetesi:

  • Makan sahur 40% dari kebutuhan makan sehari
  • Saat buka 50% dari kebutuhan makan sehari
  • Sesudah shalat tarawih 10% dari kebutuhan makan sehari
  • Minum 6-8 gelas saat berbuka sampai sahur
  • Waktu sahur sedekat mungkin dengan saat imsak

Saat Puasa, ini yang diabetesi harus perhatikan!

Penyandang Diabetes diperbolehkan berpuasa, sesuai dengan artikel Bolehkah Diabetesi Berpuasa?

Namun beberapa hal berikut harus diperhatikan:

  • Makan sahur seperti biasa dan diakhirkan
  • Dianjurkan disegerakan berbuka puasa
  • Menjalankan terapi obat atau insulin sesuai anjuran dokter
  • Tidak makan yang berlebihan saat berbuka puasa, makanan/minuman manis dikurangi. Buah korma dibolehkan selama untuk berkah dan menjalankan sunnah
  • Harus mengontrol kadar gula darahnya dan menjaga kesehatan secara umum
  • Harus mengenali tanda-tanda hipoglikemia, hiperglikemia dan dehidrasi (kurang cairan)
  • Apabila ada tanda-tanda diatas, segera berbuka puasa. Bila terlambat bisa berbahaya.

Puasa yang memudharatkan kesehatan adalah tidak baik menurut Islam

  • Konsultasi dokter terhadap perubahan dosis dan jadwal obat-obatan, karena penyandang DM yang berpuasa tidak makan/minum selama sekitar 14 jam.

Obat/insulin jangka panjang diganti dengan obat/insulin jangka pendek agar tidak hipoglikemia

Tanda-tanda hipoglikemia

  1. Gelisah
  2. Lemah
  3. Terasa sangat lapar
  4. Berkeringat banyak
  5. Pucat
  6. Berdebar-debar (palpitasi)
  7. Gemetar
  8. Koma (tidak sadar)

Bila mempunyai glukometer, segera cek !!

Tanda-tanda hiperglikemia

  1. Sering buang air kecil
  2. Amat haus
  3. Kelelahan

Segera berbuka puasa (minum air putih yang cukup), dan konsultasi dokter untuk perubahan dosis obat/insulin untuk hari berikutnya

Tanda-tanda dehidrasi

  1. Sangat haus
  2. Kulit dan lidah terasa kering
  3. Pikiran terganggu/mengantuk/sulit konsentrasi

Bila terdapat tanda-tanda tersebut segera berbuka puasa terutama minum

Bolehkah Diabetesi Berpuasa?

WHO memprediksi pada tahun 2025 Indonesia mempunyai penyandang diabetes:

  • Di perkotaan 14,7% (dari usia >20 tahun)
  • Di pedesaan 7,2% (dari usia >20 tahun)
  • Mayoritas penduduk beragama Islam

DAPATKAH PENYANDANG DM BERPUASA
DI BULAN RAMADAN (PUASA WAJIB)?

Semua penyandang DM boleh berpuasa, kecuali:

  1. PASIEN yang menurut dokter kadar gula darahnya belum terkontrol stabil. Karena bila belum terkontrol dapat terjadi Hipoglikemia atau Hiperglikemia
  2. PASIEN yang kurang patuh anjuran dokter dalam diet, obat2an atau insulin
  3. PASIEN yang mengalami komplikasi DM berat (penyakit jantung yg tidak stabil, hipertensi yang tidak terkontrol, dll)
  4. PASIEN yang sering jatuh dalam koma KAD
  5. PASIEN yang sering koma hipoglikemia, terutama yg pernah >2x koma pada Ramadan sebelumnya
  6. PASIEN yang sedang alami infeksi (demam)
  7. PASIEN lansia yang tinggal sendiri
  8. PASIEN DM yang hamil dan memerlukan insulin
  9. PASIEN anak-anak < 12 tahun

Penyandang DM yang kadar gula darah stabil, tidak memerlukan insulin berat badan berlebih (kegemukan/obesitas), sangat dianjurkan berpuasa

Obesitas/kegemukan adalah BB lebih 20% dari BB ideal.