Puasa bagi penyandang diabetes bukan soal bisa atau tidak bisa — tetapi soal strategi. Dengan pendekatan yang tepat, Ramadhan justru bisa menjadi momentum untuk memperbaiki kontrol gula darah. Kuncinya ada pada perencanaan: memilih jenis karbohidrat yang lebih stabil, memahami respons tubuh terhadap makanan, menyesuaikan jadwal dan dosis obat bersama dokter, serta rutin melakukan pemantauan gula darah. Puasa yang dijalani secara terukur membantu tubuh beradaptasi dengan pola makan yang lebih teratur dan metabolisme yang lebih efisien.
Hasilnya? Saat Lebaran tiba, tidak perlu khawatir dengan lonjakan gula darah. Karena kontrol sudah dibangun sejak hari pertama Ramadhan. Puasa jadi lebih tenang, Lebaran pun tetap nikmat, tanpa drama gula darah meningkat.
Disusun oleh: Alya Nadhifa_Co-Ass Ilmu Penyakit Dalam periode 5 Januari 2026 (P67)
