PENCEGAHAN LUKA DIABETES & SENAM DIABETES
Pencegahan Luka Diabetes & Senam Diabetes
Apa itu Diabetes Mellitus?
Diabetes merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi akibat kurangnya produksi insulin atau tubuh tidak mampu menggunakan insulin dengan efektif, sehingga gula menumpuk dalam darah.
Bahaya Luka pada Penderita Diabetes:
• Luka kecil bisa berkembang menjadi besar bila tidak dirawat.
• Luka sulit sembuh karena aliran darah terganggu.
• Risiko infeksi tinggi sehingga dapat menyebabkan amputasi.
Mengapa Luka Diabetes Sulit Sembuh?
• Kadar gula darah tinggi menghambat penyembuhan.
• Peredaran darah ke kaki buruk.
• Kerusakan saraf membuat penderita tidak menyadari adanya luka.
• Sistem kekebalan tubuh menurun.
Cara Mencegah Luka Diabetes:
• Menjaga gizi seimbang dan mengendalikan kadar gula darah.
• Melakukan pemeriksaan rutin untuk mencegah komplikasi.
• Memeriksa kondisi kaki secara berkala dan melindunginya dari trauma.
• Menjaga kebersihan diri (termasuk kaki) serta menghindari faktor yang merugikan.
Pemeriksaan Kaki
• Periksa kaki setiap hari untuk melihat tanda luka, bengkak, atau kapalan.
• Cuci kaki setiap hari dengan air hangat dan sabun lembut, lalu keringkan dengan baik, terutama di sela jari.
• Gunakan pelembap, tetapi hindari area di antara jari kaki agar tidak terlalu lembap.
• Pakai alas kaki tertutup dan nyaman (sebaiknya sepatu khusus penderita diabetes), jangan berjalan tanpa alas kaki.
• Potong kuku lurus dengan hati-hati, hindari sudut melengkung.
Senam Kaki Diabetes
Senam kaki merupakan latihan untuk mencegah luka serta melancarkan peredaran darah pada kaki.
Tujuan Senam Kaki Diabetes:
• Mencegah luka dan komplikasi pada kaki diabetik.
• Meningkatkan sirkulasi darah ke kaki.
• Menjaga kekuatan otot kaki.
• Mengurangi risiko amputasi.
Cara Melakukan Senam Kaki Diabetes
• Duduk di kursi dengan kaki tergantung bebas → posisi awal untuk merilekskan kaki.
• Gerakkan jari-jari kaki ke atas dan ke bawah berulang kali → melatih otot kaki dan memperlancar aliran darah.
• Gerakkan pergelangan kaki ke atas dan ke bawah seperti sedang menginjak pedal → melatih sendi pergelangan dan memperbaiki sirkulasi.
• Putar pergelangan kaki searah jarum jam lalu berlawanan arah jarum jam → menjaga kelenturan sendi serta melancarkan peredaran darah.
Gondok didefinisikan sebagai pembesaran abnormal kelenjar tiroid yang dapat terlihat atau dirasakan pada palpasi hepar. Pada kondisi normal, tiroid berukuran kurang dari 2 cm pada orang dewasa dan tidak menonjol. Ketika tiroid membesar, leher menjadi benjolan bulat atau oval yang dapat berukuran kecil hingga sangat besar, tergantung pada tingkat keparahan. Yodium merupakan unsur penting untuk sintesis hormon tiroid (T3 dan T4). Kekurangan yodium menyebabkan penurunan produksi hormon sehingga terjadi peningkatan TSH (thyroid-stimulating hormone) dari kelenjar pituitari. TSH berfungsi merangsang pertumbuhan sel-sel tiroid sehingga terjadi hipertrofi (pembesaran)
Faktor risiko gangguan tiroid
Kelenjar tiroid adalah kelenjar kecil berbentuk seperti kupu-kupu, terletak di bagian depan leher, tepat di bawah jakun. Kelenjar ini merupakan bagian dari sistem endokrin (hormon) tubuh.
Berfungsi untuk hormon tiroid mengontrol seberapa cepat sel menggunakan energi. Hormon Tiroksin (T4) & Triiodotironin (T3) merupakan kedua hormon ini masuk ke dalam darah dan dibawa ke seluruh tubuh, termasuk ke sel-sel tubuh — tempat terjadinya metabolise. Hormon Tyroid dibagi menjadi terlalu banyak (Hipertiroidesme) & Hormon Tyroid terlalu sedikit (Hiportiroidesme).
Faktor risiko antara lain: Genetik: Kelainan gen sebagai pembentukan/fungsi tiroid sejak dalam kandungan, Usia dapat memproduksi hormon tiroid bisa melambat, Kelebihan dan kekurangan Yodium dibutuhkan untuk memproduksi hormon tiroid, Konsumsi obat-obatan: Obat-obatan tertentu yang menghambat produksi hormon tiroid dan Penyakit Autoimun yang dapat sistem imun menyerang hormon tiroid.
Diet untuk pasien diabetes dengan Gangguan ginjal
Mengatur pola makan bagi pasien diabetes yang juga memiliki gangguan ginjal memerlukan perhatian khusus. Tidak hanya membatasi gula darah, tetapi juga menjaga fungsi ginjal agar tidak semakin menurun. Dengan panduan diet yang tepat, pasien dapat mengontrol kadar gula, mengurangi beban kerja ginjal, dan meningkatkan kualitas hidup. Kombinasi pengaturan asupan nutrisi, pemeriksaan rutin, dan gaya hidup sehat menjadi kunci keberhasilan pengelolaan kedua kondisi ini.
Gangguan ginjal sering kali berkembang tanpa gejala pada tahap awal, sehingga penting untuk mengenali tanda-tanda peringatan seperti bengkak, kelelahan, atau perubahan frekuensi buang air kecil. Melalui edukasi yang tepat, pasien dapat memahami makanan apa saja yang dianjurkan maupun yang perlu dihindari. Panduan ini hadir sebagai langkah preventif sekaligus pendukung pengobatan, sehingga pasien tetap dapat menjalani hidup aktif dan sehat meski memiliki diabetes dan gangguan ginjal.


Pengolahan Daging Kambing yang Aman Untuk Pasien DM dan Hipertensi
Idul Adha adalah momen kebersamaan dan berbagi, di mana daging kambing menjadi sajian utama. Namun, bagi penderita diabetes dan hipertensi, konsumsi daging merah perlu dilakukan dengan bijak. Kesehatan tetap bisa dijaga tanpa menghilangkan kenikmatan makan, asalkan memilih bahan dengan cermat dan mengolahnya secara sehat. Banyak orang ragu mengonsumsi daging kambing karena khawatir terhadap tekanan darah dan diabetes mereka. Padahal, masalahnya bukan pada daging itu sendiri, melainkan pada cara pengolahan dan penyajiannya.
Untuk mengolah daging kambing secara aman, gunakan bumbu alami seperti bawang putih, kunyit, dan daun salam, yang tidak hanya meningkatkan cita rasa tetapi juga memiliki manfaat kesehatan. Hindari garam berlebihan, penyedap instan, dan teknik menggoreng dengan minyak banyak. Sebaiknya, rebus atau kukus daging untuk mengurangi lemak. Pilih bagian rendah lemak seperti paha belakang, dan batasi porsi maksimal 100 gram per sajian, 1-2 kali per minggu. Jauhi jeroan, santan, serta hidangan pendamping tinggi kalori seperti nasi putih atau sambal manis. Asupan garam tidak boleh melebihi 5 gram per hari, dan gula maksimal 25 gram per hari. Dengan cara ini, penderita diabetes dan hipertensi tetap dapat menikmati daging kambing tanpa mengorbankan kesehatan.
Faktor Risiko Ulkus Kaki Diabetikum
Dijelaskan mengenai faktor risiko Ulkus kaki diabetikum dan cara pencegahannya. Ulkus Diabetikum adalah Luka kronis yang terjadi seringnya di kaki atau bawah kaki akibat diabetes yang umumnya terjadi karena kerusakan saraf (neuropati) & sirkulasi darah terganggu. Faktor risiko Ulkus kaki diabetik diantaranya adalah Gula darah tidak terkontrol (HbA1c tinggi), Neuropati diabetik – mati rasa di kaki, dan sirkulasi darah buruk (gangguan arteri perifer). Tanda awalnya adalah Kesemutan atau mati rasa. Cara mencegahya salah satunya dengan cara kontrol gula darah secara rutin dan pemeriksaan kaki setiap hari.
Mengolah Daging Qurban untuk Penderita DM
Dijelaskan mengenai panduan singkat mengolah daging qurban agar aman bagi penderita diabetes melitus (DM), dengan menekankan pemilihan daging rendah lemak (seperti has luar dan paha), metode masak sehat (panggang, rebus, kukus), serta pembatasan porsi (maksimal 90 gram per sajian, 2–3 kali/minggu). Disarankan menghindari gorengan, santan, bumbu kacang, jeroan, dan penggunaan garam serta gula berlebih, serta menyertakan pendamping berupa sayuran tinggi serat dan karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau ubi kukus.
MENU SEHAT PUASA PENDERITA DIABETES
Menu Sehat Puasa Penderita Diabetes
Puasa Ramadhan Penderita Diabetes
Perubahan Pola Makan
– Makan 3 kali sehari + Snack, menjadi 2 kali sehari
– ±14 jam jarak makan
Hal Penting Sebelum Pasien Diabetes Menjalankan Puasa Ramadhan:
- Terapi yang sedang dijalani saat ini
- Pastikan untuk memahami jenis pengobatan atau terapi diabetes yang sedang diikuti.
- Kondisi kesehatan dalam 1 tahun terakhir
- Evaluasi riwayat kesehatan terkini untuk memastikan kesiapan fisik dalam berpuasa.
- Kadar gula darah terkontrol atau tidak
- Periksa apakah kadar gula darah stabil dan dalam batas aman sebelum memutuskan berpuasa.
- Komplikasi yang sedang dialami
- Waspadai adanya komplikasi diabetes (misalnya: gangguan ginjal, jantung, atau saraf) yang mungkin terpengaruh oleh puasa.
- Kendala saat berpuasa
- Identifikasi tantangan seperti hipoglikemia (gula darah rendah), dehidrasi, atau lemas yang mungkin terjadi selama puasa.
Segera batalkan puasa jika mengalami kondisi berikut:
- Gula darah rendah (hipoglikemia):
- Kadar gula darah <70 mg/dl
- Jika kadar gula darah 70-90 mg/dl, periksa kembali dalam 1 jam
- Gula darah sangat tinggi (hiperglikemia):
- Kadar gula darah >300 mg/dl
- Gejala gangguan kesehatan:
- Tanda-tanda hipoglikemia, dehidrasi, atau penyakit akut lainnya
Gejala yang Perlu Diwaspadai:
HIPOGLIKEMIA (Gula Darah Rendah) | HIPERGLIKEMIA (Gula Darah Tinggi) |
– Lapar berlebihan | – Rasa lemah |
– Tangan gemetar | – Rasa haus yang sangat hebat |
– Berkeringat dingin | – Lapar terus-menerus |
– Jantung berdebar-debar | – Sering buang air kecil |
– Perubahan kesadaran | – Kebingungan |
– Kebingungan | – Mual/muntah |
– Sakit kepala | – Sakit perut |
Makan Selama Puasa Ramadhan:
- Porsi dan Variasi Makanan:
- Makanlah secukupnya dengan komposisi gizi seimbang
- Kombinasikan karbohidrat kompleks, protein, dan lemak sehat
- Hindari Makanan Manis Berlebihan:
- Batasi konsumsi makanan tinggi gula seperti kurma
- Jika ingin makan kurma, cukup 1-2 butir saja
- Tingkatkan Konsumsi Serat:
- Perbanyak makan sayuran dan buah-buahan segar
- Pilih buah dengan indeks glikemik rendah seperti apel atau pir
- Cukupi Kebutuhan Cairan:
- Minum air putih yang cukup antara berbuka dan sahur
- Targetkan minimal 8 gelas per hari
- Hindari minuman berkafein yang bisa menyebabkan dehidrasi
Contoh Menu Seimbang untuk Berbuka Puasa (Penderita Diabetes)
Komposisi Porsi:
- Lemak sehat: 2 sendok teh minyak (zaitun/canola)
- Sayuran: 1 cup (setara dengan mangkuk kecil)
- Karbohidrat kompleks: 1.5 cup nasi gandum
- Protein: 4 ons (≈120 gram) daging tanpa lemak/ikan/ayam
- Kacang-kacangan: 1/3 cup kacang lentil/kacang polong
- Susu: 1 gelas susu rendah lemak
- Buah: 1 potong semangka (ukuran sedang)
Nilai Gizi Total:
- Kalori: 770 kkal
- Komposisi:
- 45% karbohidrat (utamakan serat)
- 20% protein
- 35% lemak sehat
MENU
Kurma -> Sumber energi yang cepat dan kaya akan serat, kalsium, dan zat besi. Namun, jumlah yang dimakan harus dibatasi karena kurma mengandung banyak gula.
Karbohidrat kompleks -> makanan yang mengandung karbohidrat bertepung dalam porsi kecil, seperti biji-bijian utuh, nasi atau roti pipih, dalam porsi kecil.
Daging dan alternatif -> Gabungkan sumber kaya protein, seperti daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit, ikan, telur, kacang-kacangan dan produk susu rendah lemak.
Kurangi asupan makanan olahan -> Sosis, nugget
Garam -> Kurangi asupan garam dan makanan yang diasinkan, termasuk saus, kacang asin, dan keripik.
Cairan -> Minum banyak air saat berbuka
Daftar Makanan yang Perlu Dibatasi atau Dihindari oleh Penderita Diabetes Saat Puasa
A. Makanan Banyak Gula Sederhana
- Berbagai Jenis Gula:
- Gula pasir
- Gula jawa/aren/merah
- Minuman Manis:
- Sirup
- Minuman ringan/kemasan
- Makanan Manis Lainnya:
- Jelly, agar-agar, atau puding dengan tambahan gula
- Buah kaleng/manisan buah yang diawetkan dengan gula
- Kental manis/krimer kental manis
- Es krim
- Kue-kue manis (seperti dodol, lempok, cake, bolu)
- Cokelat (terutama yang tinggi gula)
B. Makanan Banyak Lemak Tidak Sehat
Makanan yang Digoreng:
- Gorengan (misalnya: tempe goreng, pisang goreng, dll.)
- Makanan cepat saji (fast food)
C. Makanan Banyak Natrium (Garam)
Makanan Asin dan Diawetkan:
- Ikan asin
- Telur asin
- Makanan kaleng atau makanan yang diawetkan
Menu Sahur Sehat untuk Penderita Diabetes
Berikut beberapa pilihan menu sahur bergizi yang membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil:
- Kacang Panggang + Roti Gandum
Kacang panggang: Sumber protein dan serat yang lambat dicerna.
Roti gandum utuh: Karbohidrat kompleks untuk energi tahan lama.
2. Bubur Gandum (Oatmeal) dengan Buah
Oatmeal: Kaya serat, membantu kenyang lebih lama.
Buah segar: Tambahkan apel, pir, atau beri (indeks glikemik rendah).
3. Yogurt Rendah Lemak + Oat dan Buah
Yogurt tanpa gula: Probiotik untuk pencernaan + protein.
Oat dan buah: Kombinasi serat dan vitamin.
4. Telur + Roti Gandum
Telur rebus/orak-arik: Protein tinggi, stabilkan gula darah.
Roti gandum utuh: Alternatif karbohidrat sehat.
Menu Buka Puasa Sehat untuk Penderita Diabetes
Berikut rekomendasi menu berbuka bernutrisi yang ramah gula darah:
1. Sup Ayam dengan Sayuran & Kentang
Komponen:
a. Kaldu ayam rendah lemak
b. Potongan daging ayam tanpa kulit
c. Sayuran (wortel, buncis, brokoli)
d. Kentang (porsi terkontrol)
Manfaat:
Cairan hangat memulihkan hidrasi
Kombinasi protein dan serat stabilkan gula
2. Sayur/Seafood dengan Pasta Gandum
Komponen:
a. Udang/cumi/tuna segar
b. Pasta gandum utuh
c. Sayuran (zucchini, tomat, paprika)
Manfaat:
Asam lemak omega-3 dari seafood
Serat tinggi dari pasta gandum
3. Ayam Bakar/Steak dengan Nasi Merah & Sayur
Komponen:
a. Dada ayam tanpa lemak/daging sapi lean
b. Nasi merah/quinoa (1/2 porsi normal)
c. Sayuran kukus (buncis, wortel, bayam)
Tips:
Marinasi dengan lemon/bumbu rempah
Hindari saus kemasan tinggi gula
4. Ikan Bakar/Kukus dengan Ubi & Sayur
Komponen:
a. Ikan kakap/salmon/gurame
b. Kentang manis panggang (1/2 ukuran sedang)
c. Tumis sayuran hijau
Keunggulan:
Protein tinggi dan lemak sehat
Ubi sebagai karbohidrat rendah GI
Panduan Aktivitas Fisik untuk Penderita Diabetes Selama Puasa Ramadhan
Jenis Aktivitas yang Direkomendasikan
✔ Intensitas ringan-sedang:
- Jalan kaki
- Jogging ringan
- Bersepeda santai
- Senam peregangan
✔ Waktu terbaik:
- Setelah berbuka puasa (saat tubuh sudah mendapat asupan energi)
- Sebelum sahur (jika memungkinkan)
✔ Shalat Tarawih:
- Termasuk aktivitas fisik ringan yang bermanfaat
- Membantu metabolisme tubuh
Jadwal Pemantauan Gula Darah untuk Penderita Diabetes Selama Puasa
Waktu Penting untuk Pengecekan:
- Pagi Hari (Jam 6-7)
- Sebelum memulai puasa (setelah sahur)
- Tengah Hari (Jam 12)
- Memantau kondisi gula darah di siang hari
- Sore Hari (Jam 16)
- Menjelang waktu berbuka
- Sesaat Sebelum Berbuka
- Memastikan kadar gula aman untuk berbuka
- 2 Jam Setelah Berbuka
- Mengevaluasi respon tubuh terhadap makanan
- Sebelum Sahur
- Memastikan kadar gula stabil sebelum makan sahur
Pengecekan Tambahan:
- Segera periksa jika muncul gejala:
- Lemas berlebihan
- Pusing
- Mual
- Keringat dingin
- Gemetar


MAKANAN YANG AMAN PASKA LEBARAN PADA PENDERITA DIABETES MELITUS
APA ITU DIABETES MELITUS?
Penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah (glukosa) karena tubuh tidak mampu memproduksi cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif.
APA PENYEBAB DIABETES MELITUS?
Kondisi ini terjadi karena tubuh tidak dapat memproses gula dengan benar, yang disebabkan oleh kurangnya produksi insulin atau ketahanan tubuh terhadap insulin.
APA ITU INSULIN?
Insulin adalahhormon yang diproduksi oleh pankreas yang berperanpentingdalammengaturkadar gula darah.
Kadar TesLaboratorium Diagnosis Diabetes

JENIS JENIS DIABETES?
DM tipe 1
Destruksi sel beta pankreas, umumnya berhubungan dengan difisiensi insulin absolut.
DM tipe 2
Bervariasi, mulai dari dominan resistensi insulin disertai defisiensi insulin relatif sampai dominan defek sekresi insulin disertai resistensi insulin.
MAKANAN YANG AMAN BAGI PENDERITA DM
Makanan yang aman untuk penderita diabetes adalah makanan yang rendah indeks glikemik, tinggi serat, dan rendah lemak.
TIPS MEMILIH MAKANAN PASKA HARI RAYA
Perhatikan porsi makanan
Memilih jenis makanan yang tepat
Hindari makanan bersoda dan makanan dengan pemanis buatan.
Memilih mengatur waktu makan yang baik,
INGIN TETAP MAKAN TAPI AMAN?


