
Webinar dan Senam Bersama Virtual 22 Nopember 2020


diabetEasy

Puasa di bulan Ramadhan tetap dapat dilakukan oleh pasien Diabetes Mellitus, dengan syarat dilakukan secara aman dan terkontrol. Melalui leaflet penyuluhan ini, masyarakat diajak menhetahui kunci utamanya berupa penilaian risiko, pemantauan gula darah, pengaturan nutrisi, dan aktivitas fisik yang tepat.
Sebelum memasuki bulan Ramadhan, pasien Diabetes Mellitus dianjurkan untuk melakukan konsultasi dengan dokter. Penilaian risiko pra-Ramadhan penting dilakukan untuk menentukan apakah pasien aman menjalani puasa.
Selama berpuasa, pemantauan glukosa darah mandiri sangat penting dan tidak membatalkan puasa. Puasa harus segera dibatalkan apabila muncul gejala hipoglikemia, hiperglikemia, maupun dehidrasi.
Pengaturan pola makan selama Ramadhan harus tetap seimbang. Sahur sebaiknya dilakukan mendekati waktu imsak agar energi dapat bertahan lebih lama dan kadar gula darah tetap stabil sepanjang hari. Kecukupan cairan juga perlu diperhatikan. Pasien dianjurkan untuk minum air putih yang cukup selama waktu berbuka hingga sahur, serta menghindari minuman berkafein karena dapat meningkatkan risiko dehidrasi. Aktivitas fisik tetap dapat dilakukan selama bulan Ramadhan. Akan tetapi, aktifitas fisik berat sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan risiko hipoglikemia dan dehidrasi.
Kenali batas tubuh, patuhi anjuran medis, dan jangan ragu membatalkan puasa bila muncul tanda bahaya. Menjaga kesehatan adalah bagian dari ibadah.
Disusun oleh: Anna Lailatul Hasanah_Co-Ass Interna_P66.1
Gondok tidak selalu disebabkan oleh kekurangan yodium. Salah satu penyebab yang sering terjadi adalah gondok autoimun, yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh keliru mengenali kelenjar tiroid sebagai “musuh” dan justru menyerangnya.
Melalui leaflet penyuluhan ini, masyarakat diajak mengenal dua jenis gondok autoimun yang paling sering ditemui, yaitu Graves’ disease yang menyebabkan hormon tiroid berlebihan (hipertiroid) dan tiroiditis Hashimoto yang berujung pada kekurangan hormon tiroid (hipotiroid). Keduanya memiliki gejala yang berbeda, mulai dari perubahan berat badan, denyut jantung, toleransi suhu, hingga pembesaran leher.
Deteksi dini dapat dilakukan melalui pemeriksaan darah (TSH, T3, T4), antibodi tiroid, serta USG tiroid. Kabar baiknya, gondok autoimun bukan penyakit menular dan dapat dikontrol dengan pengobatan yang tepat.
Jika Anda atau keluarga merasakan keluhan serupa, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter. Edukasi yang tepat adalah langkah awal menuju kualitas hidup yang lebih baik.
Disusun oleh : Moh.Mukholid Wildan-CoAss Interna P65
anjir merupakan jenis bencana paling banyak dan menyebabkan kerusakan fasilitas pelayanan kesehatan Selain iitu, curah hujan tinggi menyebabkansemakin tinggi air laut pasang /rob. Beberapa kerugian dapat dialami terutama pada masalah kesehatan seperti perawatan Kaki diabetes karena perlu perawatan optimal agar kaki tidak mengalami komplikasi . Co Ass Ilmu Penyakit Dalam P64.2


Pernahkah kalian merasa lelah menghadapi sakit yang tak kunjung sembuh?
Atau bertanya-tanya, “Mengapa Allah memberi ujian ini padaku?”
Sakit sering kali membuat tubuh lemah tapi sebenarnya, Allah sedang menguatkan jiwa kita. Melalui rasa sakit, Allah ingin menghapus dosa, meninggikan derajat, dan menumbuhkan kesabaran yang mendekatkan kita kepada-Nya.
Leaflet ini mengajak kita memahami makna sabar dalam Islam bahwa sakit bukan sekadar penderitaan, tetapi sebuah ujian penuh kasih sayang yang dapat berubah menjadi pahala tanpa batas. Jangan biarkan sakit membuatmu putus asa biarkan ia menjadi jalan untuk lebih dekat dengan Allah SWT.
“Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)
Disusun oleh: Bumi Rahmatussyifa – Koas Interna Kelompok P64.1
Komunikasi pasien kepada dokter yang baik dan benar adalah proses penyampaian informasi secara jujur, jelas, dan terbuka mengenai keluhan, gejala, serta riwayat kesehatan yang dialami pasien. Pasien sebaiknya menggunakan bahasa yang sopan, mudah dipahami, dan tidak menyembunyikan informasi penting agar dokter dapat memberikan diagnosis dan penanganan yang tepat. Selain itu, pasien perlu mendengarkan penjelasan dokter dengan seksama, bertanya bila ada hal yang belum dipahami, dan mengikuti anjuran medis dengan penuh tanggung jawab. Komunikasi dua arah yang saling menghargai akan menciptakan hubungan kepercayaan serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan
Code Grey adalah kode darurat rumah sakit yang digunakan untuk menandakan adanya situasi kekerasan, agresivitas, atau ancaman terhadap keamanan, baik yang dilakukan oleh pasien, keluarga, maupun pengunjung. Tujuan dari penerapan Code Grey adalah untuk melindungi keselamatan pasien, staf medis, dan lingkungan rumah sakit secara keseluruhan. Saat Code Grey diumumkan, tim keamanan dan petugas terkait segera bertindak untuk menenangkan situasi dengan cara yang aman dan profesional tanpa menimbulkan bahaya tambahan. Sistem ini menjadi bagian penting dalam manajemen keselamatan dan keamanan rumah sakit.
Komunikasi antara dokter, pasien, dan keluarga pasien harus dilakukan dengan empati, keterbukaan, serta menjunjung tinggi etika kedokteran. Dokter perlu mendengarkan keluhan pasien dengan penuh hormat dan menyampaikan diagnosis, rencana pemeriksaan, serta terapi menggunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami. Pasien sebaiknya diberi kesempatan untuk bertanya dan ikut berpartisipasi dalam pengambilan keputusan medis. Dalam kondisi tertentu, seperti pasien kritis, anak, lansia, atau ketika pasien tidak mampu membuat keputusan sendiri, keluarga dilibatkan secara aktif untuk memahami kondisi, risiko tindakan, prognosis, serta tindak lanjut yang diperlukan. Meski demikian, kerahasiaan medis tetap dijaga, dan informasi diberikan dengan izin pasien bila memungkinkan. Komunikasi triangular antara dokter, pasien, dan keluarga bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan, kepatuhan terhadap terapi, serta memastikan pasien mendapat dukungan emosional dari orang terdekat.
Pencegahan Luka Diabetes & Senam Diabetes
Apa itu Diabetes Mellitus?
Diabetes merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi akibat kurangnya produksi insulin atau tubuh tidak mampu menggunakan insulin dengan efektif, sehingga gula menumpuk dalam darah.
Bahaya Luka pada Penderita Diabetes:
• Luka kecil bisa berkembang menjadi besar bila tidak dirawat.
• Luka sulit sembuh karena aliran darah terganggu.
• Risiko infeksi tinggi sehingga dapat menyebabkan amputasi.
Mengapa Luka Diabetes Sulit Sembuh?
• Kadar gula darah tinggi menghambat penyembuhan.
• Peredaran darah ke kaki buruk.
• Kerusakan saraf membuat penderita tidak menyadari adanya luka.
• Sistem kekebalan tubuh menurun.
Cara Mencegah Luka Diabetes:
• Menjaga gizi seimbang dan mengendalikan kadar gula darah.
• Melakukan pemeriksaan rutin untuk mencegah komplikasi.
• Memeriksa kondisi kaki secara berkala dan melindunginya dari trauma.
• Menjaga kebersihan diri (termasuk kaki) serta menghindari faktor yang merugikan.
Pemeriksaan Kaki
• Periksa kaki setiap hari untuk melihat tanda luka, bengkak, atau kapalan.
• Cuci kaki setiap hari dengan air hangat dan sabun lembut, lalu keringkan dengan baik, terutama di sela jari.
• Gunakan pelembap, tetapi hindari area di antara jari kaki agar tidak terlalu lembap.
• Pakai alas kaki tertutup dan nyaman (sebaiknya sepatu khusus penderita diabetes), jangan berjalan tanpa alas kaki.
• Potong kuku lurus dengan hati-hati, hindari sudut melengkung.
Senam Kaki Diabetes
Senam kaki merupakan latihan untuk mencegah luka serta melancarkan peredaran darah pada kaki.
Tujuan Senam Kaki Diabetes:
• Mencegah luka dan komplikasi pada kaki diabetik.
• Meningkatkan sirkulasi darah ke kaki.
• Menjaga kekuatan otot kaki.
• Mengurangi risiko amputasi.
Cara Melakukan Senam Kaki Diabetes
• Duduk di kursi dengan kaki tergantung bebas → posisi awal untuk merilekskan kaki.
• Gerakkan jari-jari kaki ke atas dan ke bawah berulang kali → melatih otot kaki dan memperlancar aliran darah.
• Gerakkan pergelangan kaki ke atas dan ke bawah seperti sedang menginjak pedal → melatih sendi pergelangan dan memperbaiki sirkulasi.
• Putar pergelangan kaki searah jarum jam lalu berlawanan arah jarum jam → menjaga kelenturan sendi serta melancarkan peredaran darah.