PUASA AMAN PADA PASIEN DIABETES MELLITUS

Puasa di bulan Ramadhan tetap dapat dilakukan oleh pasien Diabetes Mellitus, dengan syarat dilakukan secara aman dan terkontrol. Melalui leaflet penyuluhan ini, masyarakat diajak menhetahui kunci utamanya berupa penilaian risiko, pemantauan gula darah, pengaturan nutrisi, dan aktivitas fisik yang tepat.

Sebelum memasuki bulan Ramadhan, pasien Diabetes Mellitus dianjurkan untuk melakukan konsultasi dengan dokter. Penilaian risiko pra-Ramadhan penting dilakukan untuk menentukan apakah pasien aman menjalani puasa.

Selama berpuasa, pemantauan glukosa darah mandiri sangat penting dan tidak membatalkan puasa. Puasa harus segera dibatalkan apabila muncul gejala hipoglikemia, hiperglikemia, maupun dehidrasi.

Pengaturan pola makan selama Ramadhan harus tetap seimbang. Sahur sebaiknya dilakukan mendekati waktu imsak agar energi dapat bertahan lebih lama dan kadar gula darah tetap stabil sepanjang hari. Kecukupan cairan juga perlu diperhatikan. Pasien dianjurkan untuk minum air putih yang cukup selama waktu berbuka hingga sahur, serta menghindari minuman berkafein karena dapat meningkatkan risiko dehidrasi. Aktivitas fisik tetap dapat dilakukan selama bulan Ramadhan. Akan tetapi, aktifitas fisik berat sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan risiko hipoglikemia dan dehidrasi.

Kenali batas tubuh, patuhi anjuran medis, dan jangan ragu membatalkan puasa bila muncul tanda bahaya. Menjaga kesehatan adalah bagian dari ibadah.

Disusun oleh: Anna Lailatul Hasanah_Co-Ass Interna_P66.1