VAKSIN COVID-19 BAGI PENDERITA DIABETES

APA MANFAAT VAKSIN COVID-19 ?

Vaksin COVID-19 bermanfaat untuk memberikan perlindungan agar tidak mudah tertular dan mencegah sakit berat akibat COVID-19 dengan cara menimbulkan atau menstimulasi kekebalan spesifik dalam tubuh dengan pemberian vaksin.

Namun, orang dengan penyakit penyerta seperti penderita Diabetes Melitus menjadi perhatian khusus terkait pemberian vaksin COVID-19.

Pada penderita Diabetes Melitus, pemberian vaksin COVID-19 layak diberikan apabila :

  1. Gula darah terkontrol
  2. Telah mendapat persetujuan dari dokter yang merawat
  3. Tidak ada kondisi akut penyerta diabetes
  4. Tidak ada komplikasi akut
  • Faktor Penyulit Diabetes, seperti :
  1. Ulkus Diabetikum
  2. Infeksi Saluran Kemih
  3. Penyakit TBC
  4. Diare
  5. Demam

APA SAJA KOMPLIKASI AKUT DIABETES ?

1. HIPOGLIKEMI (kurangnya kadar gula dalam darah)

Gejala : berkeringat, jantung berdebar-debar, tremor, lapar, bingung, mengantuk, mual, sakit kepala

2. HIPERGLIKEMI (kadar gula dalam darah meningkat)

  • Ketoasidosis Diabetikum : Kekacauan metabolik -> pengeluaran cairan elektrolit dalam tubuh secara berlebihan -> dehidrasi -> syok
  • Hiperosmolar Hiperglikemik Non-Ketotik : Kegagalan ginjal dalam mengkonsentrasikan urin -> hiperglikemi -> pengeluaran cairan tubuh berlebihan -> dehidrasi -> hipovolemi -> syok

Perlindungan Penderita Diabetes Melitus Terhadap Penularan Covid-19 Varian Delta

Hai Sahabat Sehat, 

Kondisi pandemik covid-19 ini tentunya membuat kita lebih berhati-hati dalam menjaga Kesehatan bukan? Hal ini berlaku buat semuanya tanpa terkecuali penderita Diabetes Melitus! Belakangan ini Indonesia sedang dihadapkan laju penyebaran virus yang luar biasa oleh karena varian baru yaitu varian delta covid-19. Berdasarkan beberapa penelitian tingkat penularan virus corona varian delta mencapai 97%! Yukk kita pahami strategi perlindungan penderita DM terhadap penularan covid-19 varian delta.

DM atau kerap disebut dengan penyakit kencing manis (gula) adalah suatu penyakit metabolik yang ditandai dengan gula dalam darah meningkat (Gula Darah Puasa >126 atau Gula Darah 2 Jam Setelah makan >200 atau Hb1AC>6,5%). Penyakit ini biasa ditandai dengan keluhan sering haus (polidipsi), sering lapar (poliphagi), sering kecing (poliuria) dan berat badan yang cepat menurun.

Gejala Covid-19 varian Delta

1. Sakit tenggorokan

2. Nyeri sendi

3. Sakit kepala

4. Hilangnya selera makan

5. Lemas, mual dan muntah

6. Demam dan pilek

7. Hilang fungsi indra pembauan

Strategi Perlindungan terhadap Penularan Covid-19 varian Delta

1. Pakai masker berlapis

2. Konsisten menerapkan 5M

3. Segera vaksinasi jika memungkinkan

4. Atur pola makan(Diet) dan berat badan

5. Kontrol kadar gula darah

6. Oalahraga teratur

7. Kurangi stress

8. Tes segera saat mengalami gejala Covid-19

Mari kita selalu berusaha menjaga Kesehatan agar terhindar dari segala macam penyakit, termasuk penularan covid -19. Selagi dapat mencegah, Maka kenapa tidak ?

Salam sehat luar biasa ya sahabat sehat.

Neuropati Diabetik

Sahabat Sehat..
Apa yang kalian ketahui tentang Neuropati Diabetikum?

Neuropati Diabetikum adalah kerusakan saraf akibat komplikasi DM

Penyebabnya :

  1. Kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama
  2. Tekanan darah yang tinggi
  3. Obesitas
  4. Merokok
  5. Penyakit jantung

Tanda dan Gejala :

  1. Rasa kesemutan atau mati rasa pada kaki
  2. Nyeri pada tungkai dan kaki
  3. Gangguan pada saluran kemih
  4. Gangguan pencernaan seperti diare, sembelit, mual, dan muntah
  5. Penglihatan buram
  6. Detak jantung cepat

Lalu bagaimana cara untuk mencegahnya ??

  1. Menjaga berat badan yang ideal
  2. Olahraga dan control gula darah secara teratur
  3. Pola makan seimbang
  4. Hindari minuman beralkohol

Untuk pengobatan Neuropati Diabetikum ini berfokus untuk mengendalikan kadar gula darah, menghilangkan nyeri, mencegah kerusakan saraf secara cepat, dan mengelola komplikasi.

Selagi dapat mencegah, maka kenapa tidak??

Neuropati Diabetik

Neuropati diabetik adalah kerusakan pada saraf tepi disebabkan oleh penyakit diabetes yang ditandai dengan kelemahan otot, mati rasa(baal), kesemutan, keseimbangan dan terasa seperti terbakar atau tertusuk pada area yang terganggu.

Menurut Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2013 menerangkan bahwa terdapat 54 % pasien dengan penyakit diabetes mengalami komplikasi berupa neuropati diabetik.

Gejala yang neuropati diabetik antara lain berupa :

  1. Mati rasa
  2. Rasa terbakar
  3. Kesemutan
  4. Tidak sensitif terhadap sentuhan
  5. Kesusahan untuk berjalan
  6. Tidur terganggu
  7. Risiko jatuh
  8. Kurangnya sensasi panas atau dingin
  9. Penyembuhan luka yang lama

Cara untuk mencegah atau menunda adanya neuropati diabetik dapat berupa senam kaki diabetes. Senam kaki dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah, memperkuat otot-otot kecil kaki dan mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki (deformitas). Latihan senam kaki dapat dilakukan dengan posisi berdiri, duduk, dan tidur. Gerakan pada senam kaki dapat berupa :

  1. Menggerakkan kaki dan sendi-sendi kaki misalnya berdiri dengan kedua tumit diangkat, mengangkat kaki dan menurunkan kaki.
  2. Mencengkram dan meluruskan jari-jari kaki.
  3. Menekuk, meluruskan, mengangkat kaki.
  4. Memutar keluar dan kedalam kaki.

Latihan senam kaki diabetes dapat dilakukan setiap hari secara teratur, dimana saja. Bisa sambil bersantai bersama keluarga mupun menonton televisi. Ketika kaki terasa dingin, lakukan senam kaki Diabetes.