Diabetic Neuropathy Merupakan suatu kondisi kerusakan saraf yang dapat terjadi akibat Diabetes. Kerusakan saraf tersebut pada umumnya terjadi ditungkai kaki. Apa saja gejalanya ? – Mati rasa/kebas dan kehilangan sensasi – Kaki kesemutan atau terasa seperti kebakar – Kaki keram atau seperti tertusuk – Sakit telapak kaki setelah berjalan – Kaki terasa dingin – Dan lamanya penyembuhan luka dikaki Bagaimana cara untuk mencegahnya ? Yaitu dengan 2 cara : 1. Kontrol Gula Darah – Rutin konsumsi obat Diabetes Melitus – Diet makanan rendah gula – Istirahat cukup – Rutin olahraga 2. Memelihara Kesehatan Kaki – Periksa kaki setiap hari secara mandiri – Menjaga kebersihan kaki – Selalu menggunakan alas kaki – Senam kaki
Jika semua hal sudah dilakukan akan tetapi gejala tetap tidak membaik maka segera mengunjungi dokter untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan yang dihadapi dan tetap rutin menjaga kesehatan tubuh dengan selalu melaksanakan pola hidup yang sehat.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Labbaik Allahumma Labbaik. Labaika Laa Syarika Laka Labbaik. Innal Hamda Wan Ni’mata Laka Wal Mulk. Laa Syarika Lak.
Penderita diabetes juga termasuk dalam golongan jamaah yang banyak melakukan perjalanan umrah. Diabetes bukan merupakan pengecualian agar seseorang tidak melakukan ibadah umrah.
Asalkan dikelola dengan baik, penderita diabetes bisa menjalankan ibadah dengan lancar.
Berikut tips yang diberikan seperti dilansir dariThe National:
1. Persiapkan obat sesuai anjuran dokter dan tempatkan di wadah terpisah dan diberi label.
2. Jangan masukkan obat ke bagasi, terutama insulin, untuk mengantisipasi keadaan ketika insulin dibutuhkan darurat akibat perbedaan suhu ekstrim pada pesawat terbang.
3. Siapkan selalu glukosa dan keton dipsticks (untuk mengetahui keadaan pengendalian diabetes).
4. Informasikan kepada penyelenggara perjalanan umrah terkait kondisi medis Anda. Jika sesuatu darurat terjadi mereka bisa membantu penanganan.
5. Hindari berjalan tanpa alas kaki dan selalu melindungi kaki dengan sepatu yang nyaman dan kaus kaki katun yang bersih. Pastikan untuk mencuci dan mengeringkan kaki setiap hari.
6. Berhati-hatilah dengan pilihan makanan untuk mengendalikan gula darah. Pilih buah yang memiliki indeks glisemik rendah dan banyak serat seperti pir, apel dan stroberi.
7. Siapkan makanan ringan sendiri, seperti kacang-kacangan, yogurt rendah lemak, atau sup untuk menghindari penurunan kadar glukosa secara tiba-tiba. Hal lain yang dapat dicoba yaitu memakan tiga buah kurma atau satu sendok makan madu.
8. Minum banyak air di siang hari dan setiap kali makan, minimal dua liter setiap hari, dan sebaiknya lebih karena ada kemungkinan kehilangan air melalui keringat atau diare. Cuaca di Mekah dan Madinah panas dan kering.
Sekian tips dari kami, semoga dapat membantu dan semoga ibadah umrah anda dapat terlaksana dengan lancar!
Pasien diabetes, terutama pada lanjut usia (lansia), sangat rentan mengalami berbagai risiko yang tidak diinginkan. Apabila tidak segera ditangani, maka akan berdampak pada keselamatan pasien. Untuk itu, penting mengetahui hal-hal apa saja yang perlu diwaspadai pada pasien diabetes lansia.
Sebelum membahas komplikasinya lebih dalam, alangkah baiknya kita pahami dahulu penyakitnya. Diabetes adalah penyakit kronis atau yang berlangsung jangka panjang. Penyakit ini ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah (glukosa) hingga di atas nilai normal. Prevalensi diabetes diperkirakan meningkat seiring penambahan usia (65-79 tahun).
Diabetes pada lansia sering tidak disadari karena gejala tersamarkan akibat perubahan fisik alamiah lansia yang mengalami penurunan.
Berikut adalah hal-hal yang perlu diwaspadai pada lansia:
Hilang kesadaran akibat gula darah terlalu tinggi (hiperglikemia) atau terlalu rendah (hipoglikemia)
Tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner, kerusakan ginjal
Gangguan penglihatan hingga buta
Infeksi kulit berat atau kerusakan jaringan
Neuropati (hilang sensitivitas pada kaki, rasa kesemutan pada kaki)
Setelah mengetahui tanda bahayanya, cara mencegah komplikasi diabetes tersebut meliputi:
Penurunan risiko pengembangan diabetes mellitus tipe 2
Peningkatan metabolisme glukosa
Mempunyai kandungan fenolik yang dapat meningkatkan HDL dan peningkatan fungsi endotel
Polifenol dapat mempengaruhi metabolisme glukosa melalui penghambatan pencernaan dan penyerapan karbohidrat, pengurangan pelepasan glukosa dari hati atau stimulasi pengambilan glukosa di jaringan perifer.
Dengan sifat antioksidan, senyawa fenolik dan polifenol dapat menurunkan HbA1C
Pada pasien yang menggunakan insulin kandungan fenol yang belimpah pada buah zaitun dapat meningkatkan sekresi dan sensitivitas insulin
Buah zaitun mengandung asam oleat (asam lemak tak jenuh)
Minyak zaitun ekstra virgin dapt dipilih sebagai alternatif pada penderita DM tipe 2 karena tinggi kandungan MUFA serta antioksidan yang memiliki efek antidiabetik dalam bentuk tyrosol, hydroxytyrosol, serta oleuropein.
Buah kurma kaya akan fitokimia termasuk gula, vitamin, dan mineral dan merupakan sumber nutrisi yang baik bagi penderita diabetes mellitus.
Kandungan serat pada kurma dapat memperlambat proses pemecahan karbohidrat menjadi glukosa sehingga tidak cepat meningkatkan kadar gula darah setelah makan.
Kandungan magnesium dan natrium pada kurma dapat membantu regulasi darah sekaligus tekanan darah
Kurma mengandung antioksidan yang dapat menghambat kadar glukosa darah.
catatan : Walaupun kurma baik untuk penderita diabetes mellitus, namun mengkonsumsi kurma juga harus diatur. Setiap kurma kering mengandung 67 kalori, sekitar 18 gram karbohidrat dan 2 gram serat. Penderita DM tipe 2 dapat mengkonsumsi buah kurma 1-3 buah /hari
Mungkin kita pernah betanya-tanya bolehkah orang dengan diabetus militus berpuasa? jika boleh bagaimana sih caranya?
Tentunya pasien dengan Diabetus militus boleh melakukan puasa dengan syarat: 1. Memilik gula darah yang terkontrol dengan baik. 2. Tidak memiliki komplikasi berat seperti gagal ginjal dan penyakit jantung. 3. Mengenali tanda dan gejala hipoglikemia dan hiperglikemia. 4. Jika terjadi hipoglikemia atau hiperglikemia berat maka harus segera berbuka. Waktu meminum obat juga harus disesuaikan pada saat berpuasa yaitu dengan cara: 1. Obat yang diminum pagi hari dimun saat sebelum berbuka puasa. 2. Obat yang diminum malam hari diminum saat sahur. 3. Untuk penggunaan insuli harus berkonsultasi dengan dokter mengenai dosis dan waktu penngunaannya.
MARI JALANKAN IBADAH PUASA DENGAN BAIK DAN BENAR AGAR KESEHATAN TERJAGA DAN AMALAN DITERIMA
Pasien diabetes yang akan menjalani puasa Ramadan, memiliki berbagai risiko yang tak diinginkan, seperti:dehidrasi, hipoglikemi dan hiperglikemi.
Risiko hiperglikemi ditandai dengan gejala :
• sangat lemas
• sangat haus
• sakit kepala
• penglihatan kabur
• nafas aroma buah
• sering kencing
Jika gula darah > 300 mg/dL dan terdapat gejala di atas maka dianjurkan untuk membatalkan puasa.
Dampak bahaya jika gula darah terus meningkat hingga > 500 mg/dL adalah mengalami kesadaran menurun, nafas aroma buah, sering kencing, dehidrasi (bibir kering dan mata cekung).
Apa yang harus dilakukan jika mengalami hal tersebut ?
1. Hindari makanan dengan karbohidrat berlebih
2. Cek gula darah jika ada gejala
3. Membatalkan puasa
4. Konsultasikan ke dokter untuk perubahan dosis obat