

diabetEasy
– DM Kehamilan Adalah penyandang DM tipe 1 atau 2 yang mengalami kehamilan – DM gestasionalGangguan toleransi karbohidrat yang mengakibatkan kadar gula darah meningkat, dan pertama kali diketahui pada saat hamil atau pada tingkatan kehamilan usia berapapunDiagnosis Diabetes Melitus Gestasional ditegakkan berdasarkan kriteria satu dari nilai kadar glukosa darah dibawah ini pada saat dilakukan Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) TTGO positif jika :GDP >92GD 1 jam > 180GD 2 jam >153Faktor resiko :usia saat kehamilan lebih tuakegemukanriwayat DM di keluargariwayat DM gestasional pada kehamilan sebelumnyariwayat kehamilan still birth ( kematian bayi dalam kandungan)riwayat kelahiran dengan penyakit kongenitalglossuriariwayat melahirkan >400 gram
Salep stem cell adalah produk perawatan yang dirancang untuk mempercepat penyembuhan luka dengan memanfaatkan sel punca, khususnya sel punca mesenkimal (MSCs). Produk ini dikembangkan untuk mengatasi berbagai jenis luka yang sulit sembuh, termasuk luka bakar dan luka kronis
Komponen utama salep stem cell:
1. Sel Punca Mesenkimal (MSCs)
2. Faktor Pertumbuhan
3. Senyawa Sinyal
Manfaat Salep Stem Cell dalam perawatan Luka
1. Regenerasi Jaringan
2. Modulasi Imun
3. Pelepasan Faktor Pertumbuhan
4. Peningkatan Proses Penyembuhan
5. Efek anti Inflamasi
Indikasi Penggunaan Salep Stem Cell
1. Luka Ddiabetes
2. Luka Kronis
3. Luka Bakar
4. Luka Pasca Operasi
Apa itu glucometer ? Meteran glukosa (atau glukometer) digunakan untuk mengukur jumlahglukosa dalam darah .
Kegunaan Glucometer ? Diukur dengan mengambilsetetes kecil darah dengancara menusuk kulit dan ditempelkan pada strip tessehingga meteran dapatmembacanya.
Kontrol glukosa :
•hipoglikemia : Gula darah rendah, umumnya saat GDS <70 mg/dL.
•hiperglikemia : Gula darahtinggi,umumnya saat GDS >200 mg/dL
Step penggunaan glucometer yang benar :
Bulan Ramadhan merupakan bulan suci dalam agama Islam yang dianggap istimewa oleh umat Muslim di seluruh dunia. Berpuasa selama satu bulan penuh pada bulan suci Ramadhan merupakan kewajiban bagi seluruh umat islam yang mampu dan sehat.
Sehat adalah suatu kondisi keutuhan dari kemampuan fungsional dan keadaan lebih baik/ sejahtera, sehingga seseorang dilihat mampu memiliki fungsional tubuh yang baik, mampu beradaptasi dengan lingkugan secara adekuat, serta merasa lebih baik. Dengan demikian untuk para penyandang diabetes, kegiatan berpuasa perlu diperhatikan agar berpuasa nyaman dan aman.
Hal Penting Sebelum Pasien Diabetes menjalankan Puasa Ramadhan:
1. Terapi yang didapat saat ini
2. Kondisi kesehatan dalam 1 tahun terakhir
3. Kadar gula darah terkontrol atau tidak
4. Komplikasi yang tengah dialami
5. Kendala saat berpuasa
Resiko Puasa Pada Pasien Diabetes :
Kondisi kadar gula darah yang terlalu tinggi (hiperglikemia) atau kadar gula darah yang terlalu rendah (hipoglikemia) dan Dehidrasi (kekurangan cairan) dengan cara melakukan pemantauan gula darah selama bulan puasa dapat dilakukan menggunakan alat bernama glukometer.
Pemeriksaan gula darah selama puasa :
1. Sebelum sahur
2. Pagi hari jam 06.00
3. Siang Hari jam 12.00
4. Sore har jam 16.00
5. 2 jam setelah berbuka puasa
Penyandang diabetes mellitus disegerakan berbuka puasa apabila :
1. Gula darah <70 mg/dl. Cek ulang dalam 1 jam bila gula darah antara 70-90 mg/dl.
2. Gula darah >300 mg/dl.
3. Terdapat gejala-gejala hipoglikemia, dehidrasi, atau penyakit akut lainnya.
Makan Selama Puasa Ramadhan
• Makan secukupnya dengan variasi gizi seimbang
• Hindari makanan terlalu manis
• Perbanyak makan serat seperti buah dan sayur
• Minum yang banyak sekitar 6-8 gelas untuk menghindari dehidrasi
Aktifitas Fisik Selama Puasa Ramadhan juga perlu dilakukan :
• Tetap melakukan aktivitas sik dengan intensitas
ringan atau sedang (misal: jalan kaki, jogging,
bersepeda) idealnya setelah buka puasa
• Cek kadar gula sebelum berolahraga
• Shalat Tarawih (bagian dari aktivitas fisik)
ANINDITA MAULIDA TARA GAYATRI (P45.2)/Co Ass Ilmu Penyakit Dalam
Berpuasa di bulan Ramadan merupakan salah satu rukun Islam yang harus dijalankan oleh setiap pemeluk agama Islam bagi yang sudah baligh, kecuali bagi mereka yang memiliki masalah kesehatan atau kegiatan lainnya yang memang diperkenankan untuk tidak berpuasa dan menggantinya dengan berpuasa di hari lain di luar bulan puasa atau menggantinya dengan membayar fidyah. Pada waktu berpuasa tidak diperkenankan mengkonsumsi makanan, minuman (termasuk obat-obatan) dan berhubungan suami-istri mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari.
Risiko terkait berpuasa pada penyandang Diabtes :
1. Hipoglikemia
2. Hiperglikemia
3. Ketoasidosis diabetik
4. Dehidrasi dan trombosis
Semua pasien diharapkan membatalkan puasa apabila :
1. Gula darah <70 mg/dl (cek ulang dalam 1 jam apabila gula darah 70-90 mg/dl)
2. Gula darah >300 mg/dl
3. Tangan gemetar, berkeringat dingin, dada berdebar, lapar, perubahan kesadaran, kebingungan dan nyeri kepala (Tanda hipoglikemia)
4. Rasa haus yang hebat, lapar, sering kencing, rasa lemah, kebingungan, mual, muntah dan nyeri perut (Tanda hiperglikemia)
Perencanaan Nutrisi Ramadan
Makanan yang direkomendasikan untuk sahur adalah makanan yang dapat mencukupi energi selama waktu yang panjang.
1. Karbohidrat kompleks
2. Buah dan sayur mayur
3. Makanan tinggi protein
4. Produk susu
5. Cairan
Makanan yang direkomendasikan untuk berbuka adalah makanan yang dapat dengan cepat melepaskan energi, seperti:
1. Kurma
2. Karbohidrat kompleks
3. Daging dan sejenisnya
4. Cairan
Rahma Putri Nastiti (P43.2)/Co Ass Ilmu Penyakit Dalam
Berpuasa bagi penyandang dengan diabetes merupakan tantangan tersendiri. Risiko tersering penyandang dengan diabetes yang berpuasa di bulan Ramadan adalah dehidrasi, hipoglikemia, hiperglikemia, dan ketoasidosis.
Aktivitas dan Latihan fisik selama Ramadan
Hindari aktivitas fisik yang berat selama waktu berpuasa, ada baiknya latihan fisik sudah direncanakan sebelum puasa ramadan dengan berkonsultasi dengan dokter untuk bisa menyesuaikan dengan kondisi.
Pemeriksaan GDM
Pemeriksaan glukosa darah mandiri sangat disarankan untuk penyandang dengan usia lanjut yang hendak menjalankan ibadah puasa ramadan, tujuannya adalah untuk menghindari terjadinya fluktuasi dari glukosa darah yang dapat menyebabkan efek negatif. Untuk itu sangatlah disarankan untuk melakukan PGDM lebih sering dari yang dilakukan sebelum bulan ramadan. Penggunaan continous glucose monitoring (CGM) dapat dipertimbangkan pada penyandang usia lanjut dengan penyakit penyerta lain yang multipel.
PGDM Selama Puasa Ramadan Dan Puasa Lainnya
Saat pemeriksaan yang dianjurkan adalah sebelum sahur, pagi, siang, sore hari, sebelum berbuka puasa, 2 jam setelah berbuka puasa dan setiap saat bila ada gejala hipoglikemia atau hiperglikemia atau bila merasa tidak sehat.Pada kelompok pasien dengan risiko sangat tinggi, pemeriksaan gula darah dianjurkan minimal 3x dalam sehari.
Semua pasien disarankan membatalkan puasa bila
Putri Dian Puspa Anggraini (P44.0)/Co Ass Ilmu Penyakit Dalam
Puasa di bulan ramadhan merupakan ibadah wajib bagi seluruh umat muslim, dan merupakan salah satu ibadah yang paling di tunggu-tunggu oleh umat muslim, karena pada bulan suci ramadhan banyak pahala yg bisa dengan mudah untuk di dapat. Namun, bagaimana pada seseorang yang memiliki riwayat DM dan hendak berpuasa ramadhan?
Gejala Hipoglikemia
Gejala Hiperglikemia
TIPS
Indri Dwi Septiani/Co Ass Ilmu Penyakit Dalam P44.0